Kreativitas dan kemampuan anak dalam berkarya tumbuh sejak kecil. Bagi anak, berkarya tidak hanya sebagai suatu bentuk latihan, namun juga ungkapan untuk bercerita, bereksperimen, dan meluapkan imajinasinya. Terkadang validasi dan pengakuan dari orang sekitar akan sangat berpengaruh terhadap proses perkembangan kreativitas, minat dan bakatnya. Namun sayang, tidak sedikit orang tua, guru, maupun pembimbing anak usia dini yang belum tahu bagaimana cara memberikan respon, ataupun feedback kepada anak, terkadang sekadar “memuji” saja tidak cukup, namun terkadang memberikan masukan dapat mengecilkan semangat si kecil, lantas bagaimana cara memberikan respon dan tanggapan yang sesuai? pada artikel ini kita akan membahas tips-tips untuk merespon, dan memuji karya anak.

Feedback Spesifik, bukan pujian umum
Kata bagus, keren, cantik, lucu, merupakan pujian umum. Tidak salah, namun terkadang pujian tanpa konteks yang berulang dapat terkesan basa-basi dan tidak tulus. Salah satu cara untuk memuji secara spesifik adalah dengan mengamati lebih dalam apa yang ingin disampaikan dalam gambar si kecil, atau luangkan waktu sejenak untuk kita dapat menyadari hal-hal apa saja yang membuat karya tersebut bagus di mata kita. Sebagai contoh, daripada hanya berkata “bagus gambarmu”, kita dapat memujinya dengan “wah warnanya cerah dan ceria, jadi bagus ya” atau “wah bagus ya caramu memilih warna”, tentu pujian tersebut harus berdasarkan hasil karya si kecil yang pastinya akan berbeda-beda setiap kali dia berkarya. Kepekaan terhadap keindahan orang tua/ pengajar tentunya sangat diperlukan dalam memberikan feedback spesifik ini.
Berfokus pada Usaha, Bukan Hasil
Memilih kata saat memberikan pujian dapat mempengaruhi pola berfikir anak. Pujian yang hanya berfokus pada hasil akhir seperti “bagus gambarnya” atau hanya dengan “kamu berbakat”, akan mendorong anak mencari hasil akhir, tanpa menikmati proses berkarya. Terkadang kita perlu memperhatikan bagaimana si kecil meluangkan usaha pada karyanya, bagaimana dia berusaha menyelesaikan warnanya, bagaimana si kecil berusaha menata komposisi gambarnya, bagaimana dia berusaha meberikan detail dan bercerita pada karyanya, atau usahanya untuk menjaga crayonnya tidak keluar garis. Hal-hal kecil seperti ini sering kali terlewat dalam pujian orang tua/ guru. Tentu, cara menyampaikannya juga harus didasarkan pada karyanya, sebagai contoh, “wah kamu teliti sekali bisa melihat detail pada bunga itu” atau “wah kamu hebat bisa menyelesaikan mewarnai gambar sebanyak itu” atau “wah kamu sabar sekali bisa mengarsir sekecil ini” Terkadang hal kecil itu sudah ada pada karyanya walau gambarnya belum sempurna, tugas kita adalah menemukan hal-hal baik pada karyanya yang bisa kita ambil untuk dia kembangkan di kemudian hari.
Gunakan Bahasa Positif yang Membangun
Selain menyadari hal- hal kecil dan usaha yang diberikan sang anak dalam berkarya, terkadang kita juga harus bisa mendorong keinginan sang anak untuk mengeksplor, mendalami, dan juga dapat menghargai karyanya sendiri. Memberikan feedback, atau masukan itu penting, namun penggunaan bahasa yang membangun dan tidak menjatuhkan perlu diperhatikan. Membangun suasana lucu dan menyenangkan juga dapat dilakukan, selama tidak memberi kesan meledek/ atau mengecilkan kemampuan anak dalam berkarya. Intinya adalah untuk mendorong semangatnya untuk terus berkarya, dan tidak menghentikan semangatnya dengan kurangnya ruang penasarannya dalam berkarya, atau karena kesan di rendahkan.
Tidak Berlebihan Sehingga Terkesan Basa-Basi
Pujian yang terlalu sering, berulang, dan terlalu umum, dapat kehilangan maknanya bagi si kecill dan terkesan basa-basi, yang dapat dilakukan adalah memberikan pujian yang tulus, dan bukan sekedar yang penting “memuji”. Tentu, hal ini perlu waktu untuk penyesuaian, perlu waktu bagi orang tua untuk dapat memahami dan peka terhadap karya sang anak. Selain orang tua, peran guru sebagai pembimbingnya juga memegang peran penting agar sang anak dapat mendorong potensinya lebih baik lagi. Creative Room Junior atau CROOM!Junior, merupakan salah satu program kelas dari Creative Room Indonesia yang berfokus pada pengembangan kemampuan kesenian dan kreativitas untuk anak usia 4-12 tahun, dapat menjadi solusi yang tepat sebagai tempat belajar menggambar anak. Pengajar dan tutor yang merupakan lulusan jurusan Seni Rupa dan Desain dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia membuat proses belajar dan pembahasan di bimbel gambar ini lebih mendalam, namun dengan metode yang fun dan disesuaikan dengan tahapan siswanya.

Creative Room Indonesia membuka kelas gambar offline (di Jakarta) untuk anak, serta kelas gambar online untuk anak.
Daftarkan si kecil di kelas Ceria, dan camp ceria CROOM!Junior, dan dukung kemampuan dan kreativitas anak!
📞 Info lebih lanjut: 085-222-333-7500002






